Perkembangan bisnis asuransi di Indonesia sempat mengalami keterpurukan karena adanya krisis moneter pada tahun 1997-98. Pada dua tahun itu bisnis asuransi sangat terpuruk karena hancurnya sector riil di Indonesia, banyaknya pemecatan tenaga kerja menyebabkan tidak ada minat dari masyarakat untuk membeli polis asuransi. Terlebih hancurnya makro ekonomi dan perbangkan di Indonesia mempengaruhi kurangnya kucuran dana ke sector ini. Karena kurangnya dana yang mengucur ke sektor ini menyebabkan kurang berkembangnya bisnis asuransi di Indonesia pada dua tahun tersebut.
Setelah perekonomian di Indonesia mulai bangkit pada tahun 2000, bisnis asuransi pun sedikit demi sedikit ikut bangun dari tidur panjangnya. Mulai lancarnya kucuran dana ke bisnis ini menyebabkan mulai berkembangnya bisnis asuransi di Indonesia, daya beli masyarakat pun mulai meningkat karena mulai masuknya banyak investor yang masuk ke Indonesia yang menyebabkan terserapnya banyak tenaga kerja yang dulunya nganggur karena akibat krisis 1997-98. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat itu menyebabkan mulai timbulnya kesadaran akan pentingnya asuransi bagi diri sendiri dan keluarga dan untuk kepentingan kehidupan yang akan datang.
Banyaknya bencana yang melanda di Indonesia menyebabkan banyak masyarakat Indonesia berbondong-bondong membeli polis asuransi, banjir yang melanda banyak daerah di Indonesia menyebabkan banyaknya masyarakat Indonesia untuk mengasurasikan mobil dan motor mereka karena rentan rusak karena di akibatkan banjir.
Pada awal tahun kepemimipinan SBY Indonesia di guncang dengan bencana yang sangat dahsyat yaitu adanya bencana gempa dan di susul dengan tsunami di aceh dan sebagian daerah Sumatra barat, dan tak berselang waktu lama di susul dengan gempa dan tsunami di pangandaran dan di susul lagi gempa yang meluluhlantakan kota Jogjakarta dan sekitar. Peristiwa-peristiwa bencana alam yang berruntutan terjadi membuat sebagian masyarakat menjadi cemas dan takut akan keselamatan dirinya, keluarga dan harta benda yang dimiliki. Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang buruk itu, sebagian besar masyarakat memilih untuk mengasuransikan jiwa dan harta bendanya, itu menyebabkan meningkatnya permintaan asuransi di masyarakat, yang menjadikan bisnis asuransi cukup berkembang dan banyak lembaga-lembaga asuransi bermunculan baik dari dalam dan luar negeri.
Tahun 2007-2008 perkembangan asuransi di Indonesia sangat pesat, terlebih asuransi speda motor, banyaknya dealer yang menjual unit speda motornya dengan cara kredit menyebabkan harus di masukan ke asuransi untuk menghindari kemungkinan yang sangat terburuk, seperti di ketahui banyak orang bahwa sangat sulitnya membeli sepeda motor dengan cash dan dengan mudahnya pembelian sepeda motor dengan cara kredit, ini menyebabkan banyaknya kredit sepeda motor di tanah air ini, menyebabkan bnyaknya pembelian polis asuransi untuk sepeda motor.
Di akhir tahun 2008 ini Indonesia dan sebagian besar Negara di dunia mengalami krisis ekonomi yang cukup dahsyat yang bersumber dari amerika, nilai tukar rupiah dengan dolar amerika turun drastic dari 9500 ke angka 12500 per dolar amerika, bursa efek Indonesia pun sempat terkena imbasnya, BEi sempat suspend karena anjloknya nilai saham unggulan dan turunnya IHSG(Index Harga Saham Gabungan). Ini mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis asuransi di Indonesia, terlebih turunya likuiditas bank-bank dalam negeri, ini akan menghambat pengucuran dana untuk bisnis asuransi di Indonesia. Banyaknya PHK di Indonesia karena barang hasil produksi tidak laku di pasaran mengakibatkan turunya daya beli masyarakat yang berdampak turunya permintaan atas polis asuransi.
tugas mata kuliah manajemen resiko
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

1 komentar:
Saya yakin tahun 2009 ini kesadaran orang untuk memiliki polis semakin tinggi.
Poskan Komentar